Showing posts with label Cara Mengatasi Penyakit Ayam Serama. Show all posts
Showing posts with label Cara Mengatasi Penyakit Ayam Serama. Show all posts

Anakan Serama Gampang Mati

Posted by Komunitas Serama Lamongan 2 komentar
Komunitas  Blog Lamongan - Merawat ankan serama (DOC) memang gampang-gampang susah. Andai dirawat apa adanya. Anakan tadi bisa mati dalam waktu sekejap. Untuk merawat anakan serama dengan aman, pasti ada cara yang tepat.

Bagitu serama menetas dari terlurnya, langsung dimasukkan ke dalam kotak khusus yang di dalamnya diberi lampu atau dop 10 Watt. Lampu dop ini sendiri berfungsi sebagai sumber penghangatan. Box khusus bisa dibuat dari kardus. Triplek atau kayu dengan ukuran yang disesuaikan dengan jumlah akan serama sendiri.

    Dapat disimpulkan, kunci pertama dalam menyelamatkan anakan serama hanyalah menghangatkan kondisi di sekitar anakan satu dalam keadaan hangat. Jangan sampai anakan serama kedingingan sedikit pun lantaran berdampak pada kematian.

    Dalam box kardus atau triplek itu, dop 10 watt dinyalakan selama 24 jam tanpa henti. Perlakukan suhu tinggi ini dihentikan sampai serama memasuki usia remaja. Pada saat itu, serama dijamin memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dan jauh dari kematian.

    Menjadikan anakan serama bisa memiliki sifat slim jekslam (dada mau ke depan) berkait erta dengan pemberian pakan, perawatan dan latihan. Untuk merawat anakan serama sekaligus bisa memiliki sifat slim jekslam dengan ciri mampu berdiri tgak dan dadanya membusung, maka anda bisa melakukan teknik pres seperti demikian.

    Metode pres diperlukan pada serama sejak 2,5 bulan dan seterusnya sampai siap kontes.    Alat yang digunakan untuk ngepres adalah sebuah sangkar dengan bentuk silinder. Dinding sangkar dibikin dari kawat kasa. Diameter sangkar dibuat dengan ukuran 20 cm dan tingginya 45 cm. Dinding sangkar pres ditutupi kain warna putih mulai dari dasar sampai ketinggian 20 cm.

    Serama umur 2,5 bulan dimulai dimasukkan ke dalam sangkar pres tersebut dengan populasi 1-6 ekor.
    Sementara serama yang berumur 4-5 bulan, harus dimasukkan ke dalam pres secara tersendiri atau dalam artian satu sangkar satu ekor serama. Serama-serama itu dimasukkan ke dalam sangkar tersebut mulai dari jam 8 pagi hingga jam 3 sore. Berikutnya dimasukkan kedalam kandang seperti biasanya. Sedang jam 8 besok pagi. Serama dimasukkan ke dalam sangkar pres tadi, Demikian selanjutnya.

    Pakan mulai diberikan sekitar jam 11 siang. Saat itu serama harus dikeluarkan dari sangkar pres untuk memakan pakanannya yang berupa campuran bera merah dan beras jagung dengan perbandingan 1 : 1. Tiap 2 hari sekali, tiap-tiap serama diberi pakan tambahan berupa jangkrik 2 ekor.

    Setelah diberi pakan, berikutnya langsung dimasukkan ke dalam sangkar pres lagi sampai jam 3 sore dan serama  itu kemudian dimasukkan ke dalam sangkar box seperti biasanya. Di dalam sangkar ini serama memiliki kecenderungan berdiri tegak karena berupaya untuk melihat keadaan yang ada di luar. Hal ini dapat dimaklumi karena pandangannya terhalang oleh kain putih yang menutupi dinding sangkar pres tadi. Untuk bisa melihat keadaan di luar. Serama harus berdiri atau bahkan meloncat segala.

    Dengan kebiasaan seperti ini, serama jadi sering beridir dengan dada maju ke depan di sangkar tersebut. Kepala dan edkornya terutama ekornya pedang juga berdiri tegak (vertikal). Kalau serama dikeluarkan dari sangkar pres tersebut. Ia cenderung beridir tegak dengan dada maju ke depan.






Lisensi Dokumen:
Copyright © 2009-2013 seramalamongan.blogspot.com

Seluruh dokumen di http://seramalamongan.blogspot.com/ dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari seramalamongan.blogspot.com

Cara Mengatasi Serama Kejang-Kejang

Posted by Komunitas Serama Lamongan 0 komentar
Komunitas Ayam Serama Lamongan - Menyimak gejala serama yang kebelakangan ini terdengar oleh telinga kami sendiri dan sering kali kami mendapatkan informasi mengenai Ayam Serama Kejang-Kejang.
Dengan itu kami dapat menympulkan bahwa serama itu lagi diserang penyakit ND. ND merupakan infleksi viral yang menyebabkan gangguan pada saraf pernafasan.

Penyakit ini pada dasarnya disebabkan serangan virus Paramyxo dan dikualifikasikan menjadi 3 bagian.

1. Strain yang sangat berbahaya atau disebut Viscerotropic Velogenic Newcastle Disease (VVND) atau tipe velogenik. Tipe ini menyebabkan kamtian yang luar bisa hingga 100%.
2. Tipe yang lebih ringan disebut dengan mesogenis. Kematian pada anak serama mencdapai 10% dan serama dewasa jarang mengalami kematian. Pada tingkat ini serama akan menampakkan gejala seperti gangguan pernafasan dan saraf.
3. Tipe lemah (lentogenik) merupakan stadium yang hampir tidak menyebabkan kematian. Penyakit ND bersifat berbahaya karena menular  dengan cepat pada serama sehat. Biasanya dalam 34 hari, seluruh serama dalam pertenakan akan terinfeksi. Gejala yang tampak pada serama yang terkenak penyakit ND meliputi beberapa bagian yaitu :

-    Gangguan pernafasan dimulai dengan megap-megap, batuk, bersin, dan ngorok waktu bernafas.
-    Serama tampak lesu
-    Nafsu makan menurun
-    Produksi telur menurun
-    Kerap mencret dan kotorannya encer agak kehijauan bahkan bisa berdarah segala.
-    Jengger dan kepalanya kebiruan, kornea berubah karuh, sayap turun dan otot tubuh gemeter.
-    Terjadi kelumpuhan pada seluruh tubuh
-    Sarafnya terganggu
-    Serama kerap kejang-kejang dengan leher terpelintir

Adapun penanggulangannya penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
1. Serama yang tertular atau mati harus dimusnahkan
2. Dilakukan vaksinasi untuk mendapatkan kekebalan. Jenis vaksin yang digunakan adalah ND Lasota.
3. Vaksinasi ND yang pertama, dilakukan dengan cara pemberian melalui tetes mata pada hari ke 2 barikutnya pemberian vaksin dilakukan dengan cara suntikan di intramuskuler otot dada.
4. Untuk memudahkan dalam pengingatan waktu pemberitan vaksin. Anda bisa menggunakan pola 444, yakni vaksin ND diberikan pada serama yang sudh berumur 2 hari, 4 minggu, 4 bulan, selanutnya vaksin ND dilakukan tiap 4 bulan sekali.


Lisensi Dokumen:
Copyright © 2009-2013 seramalamongan.blogspot.com

Seluruh dokumen di http://seramalamongan.blogspot.com/ dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari seramalamongan.blogspot.com

Cara Menyembuhkan Serama Lumpuh

Posted by Komunitas Serama Lamongan 1 komentar
Komunitas Ayam Serama Lamongan - Cara Menyembuhkan Serama Lumpuh, Pada dasarnya, gejala lumpuh memang kerap menyerang pada semua jenis unggas termasuk keluarga ayam seperti serama, ayam ketawa, ayam pelung, broiler dan lainnya. gejala lumpuh pada serama juga sama persis dengan gejala lumpuh pada ayam ketawa. Dengan demikian, penyebab dan cara menanganinya adalah nyaris sama.

Ayam serama sendiri memang tidak lepas dari ancaman penyakit "lumpuh" yang biasanya ditunjukkan dengan demikian:
- Serama lemas dan terkapar pada alas kandang seakan tidak kuat menahan berat badannya
- Serama mengalami kelumpuhan pada kaki hingga jari-jarinya
- Nafas serama terlihat terenagh-engah atau seperti mengalamani sesak nafas
- Bentuk korneo mata berubah dimana jika serama normal korneanya bulat, namun ketika penyakit lumpuh menyerang, kornenya berubah menjadi oval.
- Pertumbuhan menjadi lambat selama penyakit lumpuh itu tidak bisa penanganan, bukan mustahil serama ini bisa mengalami kebutaan berat, ia pun akan tersiksa hingga mengurangi nafsu makannya. Tak lama kemudian, serama itu akan mati jadinya.

Pada dasarnya, penyakit yang populer dengan sebutan Curled Toe Paralysis itu bukan disebabkan virus karena penyebarannya tidak cepat dari dasyat.

    Gejala kelumpuhuan itu lebih banyaj disebabkan karena ayam kekurangan vitamin B2. Biasanya terjadi akibat pakan yang diberikan kurang bagus atau tanpa memperhatikan kandungan nutrisinya.

    Penyembuhannya adalah dengan memberikan Vitamin B1 dan B2. Akan lebih efektif jika pemberiannya melalui suntikan dari pada pemberian melalui minuman yang proses pemnyembuhannya lebih lama.

    Suntikan vitamin B1 dan B2 ini dilakukan rutin tiap hari selama 2 minggu. Lebih dari 2 minggu, serama akan kembali normal dan bebas dari kelumpuhan.

    Penyembuhan Serama lumpuh juga bisa dilakukan dengan pemberian trasi (bumbu dapur) bahan ini diberikan rutin tiap hari dengan kadar kecil dalam pakannya sampai serama sembuh dari lumpuhnya.

    Untuk pencegahan lumpuh, sebaiknya memperhatikan pla pakan yang diberikan, terutama dengan memperhatikan kandungan serta manfaat bagi kesehatan serama.

    Ditengarai, jagung dan katul memiliki karbo hidrat dan protein yang sangat tinggi sehingga bagus untuk pertumbuhan serama serta mencegahnya dari kelumpuhan.




Lisensi Dokumen:
Copyright © 2009-2013 seramalamongan.blogspot.com

Seluruh dokumen di http://seramalamongan.blogspot.com/ dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari seramalamongan.blogspot.com