Showing posts with label Penilaian Ayam Serama. Show all posts
Showing posts with label Penilaian Ayam Serama. Show all posts

Macam - Macam Kelas Kontes Ayam Serama

Posted by Komunitas Serama Lamongan 0 komentar
Serama Lamongan - Ada berapa klasifikasi serama saat kontes, tergantung panitia kontes tersebut. Masing-masing kontes memiliki kelas kontes yang dilombakan berbeda-beda. Dalam menggelar acara kontes, panitia akan mempertimbangkan kesanggupan menyediakan sarana (juri, meja kontes, piagam, piala dan sebagainya) dan animo peserta dalam kelas tersebut. Fersi lengkap kelas kontes terbagi menjadi :

1. Dewasa Grade A
Karakteristik yang dipakai untuk kelas ini, adalah usia ayam sudah dewasa, yang ditunjukkan dengan tumbuhnya lawi secara maksimal dan berat ayam kurang dari 360 gram. Ini merupakan kelas paling bergengsi di arena kontes. Kelas ini sering disebut juga dengan Kelas Utama dibeberapa kontes.

2. Dewasa Grade B
Karakteristik yang dipakai untuk kelas ini, adalah usia ayam sudah dewasa, yang ditunjukkan dengan tumbuhnya lawi secara maksimal dan berat ayam antara 360-450 gram. Ayam-ayam yang berlomba dikelas ini merupakan ayam yang memiliki katakter bagus namun memiliki ukuran yang agak besar diarena kontes. Kelas ini sering disebut juga dengan Kelas Madya dibeberapa kontes.

3. Betina Dewasa
Pada kelas ini di perlombakan betina-betina yang harus bergaya seperti layaknya serama jantan. hanya kolom penilaian lebih simpel dari pada kelas dewasa jantan.

4. Kelas Dewasa Tanpa Lawi
Adakalanya serama mabung/tanggal bulu atau suatu sebab sehingga lawinya (ekor pedang) tanggal. Jika ayam diperlombakan di kedua kelas diatas, akan sulit bersaing dengan ayam-ayam lain yang memiliki lawi, karena lawi juga mendapat nilai saat kontes. Akhirnya dibentuklah satu kelas yang mengkhususkan penilaian dengan menghilangkan kolom penilaian untuk lawi. Adakalanya kelas ini merupakan kelas paling panas dikontes. Hal ini dikarenakan ayam-ayam jawara yang karena suatu sebab lepas lawinya masuk kelas ini. Tidak jarang ayam dari kelas ini dapat meraih Best on The Best di kontes.

5. Jantan Muda
Sudah menjadi berita umum bahwa ayam serama semakin menunjukkan karakternya seiring dengan bertambahnya usia. Dengan bertambahnya usia, serama semakin tarik, dadanya membesar bahkan keluar getar (salah satu gaya dalam kontes). Serama-serama muda yang belum maksimal gaya dan karakternya akan masuk kelas ini. Namun tidak ada patokan baku berapa usia yang diijinkan untuk bisa masuk kelas ini menjadi polemik tersendiri. Beberapa panitia mengunakan metode hitung bulu ekor, ada juga yang melihat taji jengger dan sebagainya.

6. Betina Muda
Serupa dengan jantan muda, bedanya hanya jenis kelamin

7. Jantan Remaja
Kasus dan dasar pemikiran sama seperti Jantan Muda, hanya Kelas Jantan Remaja usia ayam lebih muda dari Jantan Muda. Pada kelas ini keadaan ayam tepat setelah menanggalkan status anakannya. Ciri fisik yang tampak adalah munculnya kulit jengger di sekitar muka dan bulu rawis di leher dan pangkal ekor sudah tumbuh.

8. Betina Remaja
Serupa dengan Jantan Remaja Jantan hanya beda jenis kelamin.

9. Anakan
Ini merupakan kelas paling banyak pesertanya di even-even kontes serama. Pemain pemula umumnya banyak yang turun dikelas ini. Kelas anakan di bagi menjadi 6 kelas dengan mempertimbangkan usia (kedewasaan anak ayam) dilihat dari ciri-ciri fisiknya seperti jengger dan bulu. Ada juga yang membedakan kelas ini berdasarkan berat badan ayam. Hal ini dilakukan untuk lebih akuratnya membagian kelas pada level anakan, yang tidak adda ciri-ciri fisik yang menonjol yang disepakati pemain serama (jengger dan bulu pada masing-masing anak ayam tergantung genetik). Pengunaan kriteria pada kelas ini tergantung dari kebijakan panitia lomba.

- Anakan A jantan (usia 1-2,5 bulan atau dibawah 120 gram)
- Anakan A betina (usia 1-2,5 bulan atau dibawah 120 gram)
- Anakan B jantan (usia 2,5-3,5 bulan atau 121-160 gram)
- Anakan B jantan (usia 2,5-3,5 bulan atau 121-160 gram)
- Anakan C jantan (usia 3,5-5,5 bulan atau anakan lebih dari 161 gram )
- Anakan C Betina (usia 3,5-5,5 bulan atau anakan lebih dari 161 gram)

Waspada Bagi Para Pemula Ayam Serama

Posted by Komunitas Serama Lamongan 0 komentar
Serama Lamongan - "Ini serama grade A kok lebih murah dari grade B? Kok bisa?" tanya Budi, pemula yang sedang menawar serama di salah satu farm. Ada juga kasus Wahyu seorang pemula yang mencari serama disela-sela ramainya kontes di kawasan Jakarta Pusat. Wahyu medapati pedagang yang menjamin jika gede nanti serama anakan yang ia jual akan memiliki grade A. Pengalaman pemula yang berburu serama berkualitas, beraneka ragam. Kesimpang siuran dan malas bertanya membuat ekspektasi mereka akan grade serama menjadi keliru.

Grade dalam serama hanya ada di arena kontes. Grade dalam serama tidak menggambarkan bagus tidaknya serama secara mutlak. Benar adanya semakin kecil serama semakin bagus mutunya. Namun bukan berarti klo serama kecil pasti bagus secara mutlak. Dalam kontes serama disamping kecil fisiknya, mental harus berani ditunjukkan dengan tempramen/perangai ayam dan aksesoris (bulu, jengger, kaki dan lainnya), serta yang tidak kalah penting adalah gaya pas dimeja kontes.

Bayangkan, bagus mana jika serama dengan berat 200 gram, tapi tidak bergaya di meja dengan serama dengan berat 400 gram tetapi bisa jetslam dan getar. Dalam kasus tersebut juri akan bingung membandingkan kedua serama tersebut. Akan ada polemik saat penjurian tergantung selera juri. Juri yag satu mungkin akan mementingkan ukuran ayam sedangkan juri lainnya akan mengganggap gaya serama lebih penting. Guna mengatasi polemik tersebut dibuatlah klasifikasi berdasarkan berat badan, yang dewasa ini berkembang tidak hanya berat badan namun juga ciri-ciri fisik lainnya. Jadi grade dalam kontes merupakan upaya mengklasifikasian serama saat kontes. Ibarat tinju, sangat tidak adil jika petinju kelas bulu bertarung dengan petinju kelas berat.

Ada berapa klasifikasi serama saat kontes, tergantung panitia kontes tersebut. Masing-masing kontes memiliki kelas kontes yang dilombakan berbeda-beda. Dalam menggelar acara kontes, panitia akan mempertimbangkan kesanggupan menyediakan sarana (juri, meja kontes, piagam, piala dan sebagainya) dan animo peserta dalam kelas tersebut. Fersi lengkap kelas kontes terbagi menjadi :

Klik Disini Macam - Macam Kelas Kontes

Penilaian Kontes Ayam Serama

Posted by Komunitas Serama Lamongan 0 komentar
Di arena kontes, secara umum juri menilai serama dari aspek sosok dan gaya. Kedua aspek itu dinilai dengan porsi berbeda, sosok 75% dan gaya 25%

Sosok

Kepala dan jengger (10%)
Tubuh (15 %)
Serama Kelas A (bobot ≤ 360 gram), Serama Kelas B (bobot 361-500 gram)
Warna bulu (8%)
Kondisi bulu (5%)
Sayap (7%)
Ekor (15%)
Lawi /sepasang bulu pedang (10%)
Kaki (5%)


Gaya

Atraktif (10 %)
Angkat dada (15 %)


Gambaran dan Deskripsi secara lengkap adalah sebagai berikut :

Jenis dan Sifat

Jenis – Ciri utama adalah kepala tertarik ke belakang, bagian belakang pendek, sayap vertical dan ekor panjang, penuh, dan apabila berkembang, tidak menyentuh balung. Posisi tengah mata sama dengan posisiisi tengah kaki ketika berdiri.

Sifat – Terlihat gagah, berani dan yakin. Lagak suka menonjol seperti berkokok dan suka berdiri.

Bagian Tubuh

Kepala dan jengger (10%) – Ukuran kepala kecil, proporsional dengan tubuh. Muka merah cerah dan bersih.Organ-organ yang ada di kepala seperti paruh, telinga, hidung, dan mata tidak cacat. Jengger, salah satu bagian penting dalam penilaian. Ukuran jengger tidak terlalu besar atau kecil dengan bentuk menyerupai lengkungan kurva. Posisi jengger tegak tidak miring, berwarna merah segar. Jumlah gerigi maksimal 5 dengan ukurandan kedalaman seragam.

Ekor (10%) – Ukuran besar, vertikal dan tinggi. Bulu ekor utama panjang, melentik di penghujung dan berkembang seperti bentuk V.Lawi(ayam jantan) vertical 90° dan sedikit melentik kebelakang di saat terakhir. Ekor selalu terlihat mekar dengan bukaan 45° dari arah samping, atau menyerupai huruf A. Bulu-bulu yang menyusun ekor minimal berjumlah 6 helai dan dilengkapi bulu asuh minimal 5 helai. Posisi ekor lurus, tidak miring kekanan atau kekiri. Susunan antar bulu rapi menyerupai anak tangga dilihat dari ujung bulu. Kedudukan bulu pertama tegak keatas hamper membentuk sudut 90°dan rapat ke bulu pedang atau lawi. Tingginya melebihi kepala. Bulu pertama yang terlalu kedepan di nilai kurang baik.

Sayap (7%) – Ketika berdiri, sayap ayam dalam posisi vertikal tetapi sedikit membelok kebelakang. Ujung sayap bersentuhan sedikit dengan lantai. Dalam keaadaan berdiri normal, tidak jinjit, ujung sayap menyentuh jari-jari kaki. Posisinya mengarah kedepan sehingga tegak lurus ke lantai. Sayap yang menggantung mengurangi nilai. Semakin tinggi posisi menggantungnya, semakin banyak pengurangan nilainya. Bulu sayap juga tidak boleh ada yang tanggal, sobek, dan melintir.

Warna (8%) – Penilaian warna bulu tidak mempunyai patokan khusus. Namun, warna – warna langka cenderung dinilai lebih besar seperti putuh polos atau hitam solid. Seiring dengan perkembangan jumlah populasi, warna-warna cerah, rinting, mas, dan berpola spot – spot dibagian dada kian diminati.

Bulu (5%) - Khusus induk betina dan anakan poin bulu rendah karena ada yang sebaik warna bulu jantan. Bulu kemas atau rapat mempunyai nilai lebih karena mengesankan sosok ayam lebih kecil. Bulu kemas dicirikan dengan tulang-tulang halus, melekat erat ketubuh, tidak mengembang. Bulu yang terlihat mengkilap, rapi, bersih, tidak berkutu. Poin berkurang bila bulu disekitar dubur tampak rusak.

Badan (15%) – Tegap dan bulat. Dada ayam lebih luas dari bagian belakang apabila dilihat dari atas. Dari tepi, badab berbentuk V. Belakang ayam pendek dan lebar dibagian bahu. Perbandingan antara lebar tubuh dan tinggi berdasarkan tipenya: tubuh tipis 25%, tubuh ideal 40-50% dan tubuh bulat lebih dari 60%. Belakangan tipe tubuh tipis dengan dada menonjol lebih disukai karena mengesankan serama lebih mini. Dengan begitu pinggangpun akan terlihat lebih ramping.

Kaki (5%) – tidak begitu rapat dan parallel. Panjang sederhana dan seimbang dengan ukuran sayap. Paha berotot dan sederhana panjang. Taji dibagian tengah betis, keras, kecil dan menuju kebelakang kaki. Panjang kaki proporsional dengan tubuh. Tungkai kaki langsing dengan jari-jari yang lentik. Sisik dan kuku jari lengkap dan tidak cacat. Warna kaki selama ini tidak dinilai, yang penting serasi dengan warna bulu. Serama berbulu putih atau terang biasana berkaki kuning atau putih. Sedangkan ayam serama yang berbulu gelap, warna kakinya abu-abu atau hitam.

Lawi (10%) – Bagi serama remaja dan dewasa,ekor dilengkapi sepasang bulu pedang atau lawi. Semakin panjang bulu lawi emakin bagus.Serama size kecil 6-7 cm; size sedang dan besar 8-9 cm. Namun, bulu lawi harus keras sehingga berdiri tegak 90° mengikuti bulu ekor pertama. Posisi lawi melebihi 90°, kurang baik. Bentuk lawi lancip seperti daun ilalang, berujung runcing.

Source : Pesona Ayam Serama